Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2015

Gurita Jalan ke Merapi

           Hay cawan (Canda Kawan), aku manggil kalian cawan biar beda aja. Oh ya wan, malam ini aku mau cerita pengalaman ku saat pertama kali naik gunung. Tenang aja wan, aku cerita ga memberatkan pikiran cawan ko. Gini nih awal ceritanya wan, aku naik gunung bukan karena ikut-ikut'an trend sekarang lho wan. Sebenarnya di tempat asal ku naik gunung nggak seheboh di pulau jawa wan, tapi semenjak aku merantau ke pulau jawa untuk kuliah di tahun 2013 banyak banget yang berlomba-lomba naik gunung wan. Oh ya wan, aku asalnya dari Kota Banjarbaru (KAL-SEL), sekarang lagi menempuh pendidikan kuliah di kota semarang, sudah lah gak usah pada kepo aku kuliah dimana dan jurusan apa wan, doain aja semoga aku lulus dengan gelar S.Hum amiinnn. lanjut lagi nih, kebetulan juga aku punya kaka prempuan yang pernah naik gunung. Gunung pertama yang pernah dia naikin itu sindoro, yang kedua merbabu, yang ke tiga merapi wan. busset dah, dari yang tinggi ke yang rendah dia nai...

Sepenggal Kata #Part1

Kecanggihan tekologi bisa menyebabkan banyak kesalah pahaman diantara kita, dia, dan mereka.  Okta Nur Amalia  28 Desember 2014 Kau injak kaki ku, aku hanya tersenyum. Lalu kau injak harga diri ku, aku marah !! karena aku tahu kau manusia, bukan setan. Okta Nur Amalia  1 April 2015 Biarlah kamu bersenang-senang disana dan aku bersenang-senang disini, Tuhan sudah punya cara lain agar kita tidak saling menyakiti. Okta Nur Amalia  1 mei 2015 Lalu aku harus bagaimana? terus menunggu? berada sendirian didalam daerah terpencil berharap akan datangnya sinyal wifi dipelosok negeri. Okta Nur Amalia 30 Juni 2015 Semoga Tuhan menyatukan kita suatu saat nanti, entah bagaimana caraNya, dan jangan tanya aku BAGAIMANA.  Okta Nur Amalia 4 Juli 2015 Kau berikan saja senyum mu itu di bawah teriknya sinar matahari, panas pun akan menjadi sejuk meski aku sedang tebakar asmara.  Okta Nur Amalia ...