Sepenggal Kata #Part1
Kecanggihan tekologi bisa menyebabkan banyak kesalah pahaman diantara kita, dia, dan mereka.
Kau injak kaki ku, aku hanya tersenyum. Lalu kau injak harga diri ku, aku marah !! karena aku tahu kau manusia, bukan setan.
Biarlah kamu bersenang-senang disana dan aku bersenang-senang disini, Tuhan sudah punya cara lain agar kita tidak saling menyakiti.
Okta Nur Amalia
Okta Nur Amalia
28 Desember 2014
Okta Nur Amalia
1 April 2015
Biarlah kamu bersenang-senang disana dan aku bersenang-senang disini, Tuhan sudah punya cara lain agar kita tidak saling menyakiti.
Okta Nur Amalia
1 mei 2015
Lalu aku harus bagaimana? terus menunggu? berada sendirian didalam daerah terpencil berharap akan datangnya sinyal wifi dipelosok negeri.
Okta Nur Amalia
30 Juni 2015
Semoga Tuhan menyatukan kita suatu saat nanti, entah bagaimana caraNya, dan jangan tanya aku BAGAIMANA.
Okta Nur Amalia
4 Juli 2015
Kau berikan saja senyum mu itu di bawah teriknya sinar matahari, panas pun akan menjadi sejuk meski aku sedang tebakar asmara.
Okta Nur Amalia
5 Juli 2015
Mungkin cinta ini seperi jalan, kadang dia terlalu panas terbakar api cemburu, kadang terendam banjir oleh tetesan air mata rindu.
Okta Nur Amalia
5 Juli 2015
Merantaulah, maka kau akan tahu apa yang belum engkau tahu.
Okta Nur Amalia
7 Juli 2015
Mungkin hanya Tuhan yang tau apa yang akan terjadi, sedangkan engkau dan aku disini hanya menunggu kepastian yang akan terjadi
Okta Nur Amalia
9 Juli 2015
Matahari belum terbit, namun kau sudah membangunkan ku untuk mengucap salam dengan kata rindu yg slalu ku tunggu itu.
Okta Nur Amalia
14 Juli 2015
Ketika ikhlas menjadi sulit untuk melupakan, dibandingkan dengan benci yang dengan mudah untuk melupakan.
Okta Nur Amalia
28 Juli 2015
Bukannya diri ini tak ikhlas, namum rindu lah yang enggan melepaskannya.
Okta Nur Amalia
7 Agustus 2015
Apa yang kamu pikirkan, aku tak mau tau, sebab itu akan membuat ku menjadi pribadi sok tau.
Okta Nur Amalia
2 september 2015
Ada yang saling melupakan, sehingga Tuhan ingin menyatukannya.
Okta Nur Amalia
5 september 2015
Okta Nur Amalia
9 September 2015
Tuhan sudah mentakdirkan kapan dan siapa jodoh kita, jadi untuk apa bingung bersama setan diluar sana, lebih baik sabar bersama malaikatNya.
Okta Nur Amalia
9 September 2015
Ketika preman menjadi menawan, aku bisa apa.
Okta Nur Amalia
9 September 2015
Tafsiran apa yang kau berikan pada ku, hingga aku tak bisa memahaminya, padahal itu hanya perkara CINTA.
Okta Nur Amalia
11 September 2015
Kenapa ada lelaki yang semenarik dia. Pemberontak yang mengerti bagaimana seni dan politik dimainkan tanpa ikut andil didalamnya. Seorang yang senang dengan masa sejarah dan kekinianya.
Okta Nur Amalia
15 September 2015
Seperti siang yang berkata pada malam, kapan dia akan beristirahat melupakan sejenak semua masalahnya.
Okta Nur Amalia
16 September 2015
Petani adalah seseorang yang bisa membuat orang lain kenyang, meskipun dia sendiri sering merasa kelaparan, .#KeadilanKadangPerluDipertanyakan
Okta Nur Amalia
16 September 2015
Ketika celoteh bibir mu mengalahkan celoteh jangkrik dimalam hari. Sungguh merdu sekali hiburan malam yang selalu engkau berikan pada kekasihmu ini. Surya pun ingin bangun menggantikan kegelapan. Mungkin ia cemburu karena tak bisa mendengar celoteh merdumu itu, atau diri ini yang tak rela semuanya berakhir.
Okta Nur Amalia
09 Oktober 2015
Apa yang membuat diri ini terluka, sedangkan engkau masih bisa tertawa. Ah, teryata engkau sedang tertawa bersama kekasih baru mu. Pantas saja. Kalau begitu, kenapa aku tidak ikut tertawa bersama masalalu ku saja. Itu akan adil. Keadilan yang menipuku.
Okta Nur Amalia
14 Oktober 2015
Betapa mesranya mereka, hingga membuat diri ini menghalalkan iri merasukinya.
Okta Nur Amalia
19 Oktober 2015
Apa karena senyumku terlalu murah, sehingga sering membuatmu salah mengartikannya.
Okta Nur Amalia
21 Oktober 2015
semua gambar bercerita yang lalu dan yang segera berlalu tentangnya dan tentangmu.
Okta Nur Amalia
Februari 2016
Mana ada "KEBETULAN" yang terjadi secara terus menerus dan sedemikian teratur.
Okta Nur Amalia
Maret 2016
Jika tawa dan duka saja bisa berjumpa, kenapa kita saling melupa.
Okta Nur Amalia
Maret 2016
Tuhan menciptakan ke indahan untuk hambanya yang mau berusaha.
Okta Nur Amalia
April 2016
buah punya raja, rajanya durian, lha kamu punya siapa?
Okta Nur Amalia
April 2016
Ini bukan perkara dahulu mendahulukan, ini perkara pengkhianatan cinta yang terlebih dulu dimulai, yaitu kamu.
Okta Nur Amalia
01 April 2016
Ini bukan perkara siapa mengharap dan berharap, melainkan hanya bahasa simbol permintaan yang mendalam.
Okta Nur Amalia
02 April 2016
Semurah-murahnya buku, tetap saja menjadi ilmu. Seindah-indahnya kamu, tetap saja tak ada yang tahu. Siapa gerangan dirimu yang pemalu itu.
Okta Nur Amalia
08 april 2016
Jika melihat dunia dalam keada'an gelap gulita, bukan berarti kau tak bisa bahagia, tapi BERHAK bahagia.
Okta Nur Amalia
09 April 2016
Ketika rindu datang, kau malah pulang.
Okta Nur Amalia
12 April 2016
"Manusia hai Manusia"
manusia itu selalu berkata benar !
sebab tak ada makhluk hidup lain yang mampu berbahasa kecuali dia
manusia itu selalu benar !
sebab saban hari mereka menganggap dirinya bak malaikat
manusia itu memang benar !
sebab tak ada makhluk hidup lain yang mampu menampiknya
manusia hai kau manusia
engkau makhluk hidup yang berkuasa dalam kehidupan ini
makhluk hidup selain engkau bisa apa
bicara tak bisa, mengenal bahasa pun tidak!
manusia hai kau manusia
sadarlah !
Okta Nur Amalia
2 mei 2015
Komentar
Posting Komentar