Aku Iri dengan Manusia yang Berhasil Tergoda oleh Syaitan
Aku Iri dengan
manusia yang berhasil Tergoda oleh Syaitan
Hai, kembali lagi bersama tulisan yang entah apa maknanya,
tergantung kepada pembacanya. J
Sesuai judul “Aku Iri dengan Manusia yang Berhasil Tergoda
oleh Syaitan”, aku kan menceritakan apa sebabnya terlintas penulisan judul
tersebut.
Aku adalah manusia yang baru saja hijrah sekitar 1 setengah
tahun yang lalu. Goda’annya banyak syekaleeeh brooh. Tapi aku akan menceritakan
salah satu goda’annya, sampai-sampai aku pun merasa kok gini amat ya. L
Ok saatnya kita mulai.
Aku adalah manusia yang dulunya biasa-biasa aja kalau ada
cowok baru yang chatt (chatthing) mengajak kenalan, mengajak mengobrol lewat
chatt, maupun bertukar sapa’an melalui emotikon -__- . Tapi semenjak aku
hijrah, aku mulai membatasi untuk berinteraksi dengan lawan jenis dalam bentuk chatting
maupun ketemuan L
#huaaaa. KENAPA? Karena itu dilarang agama, apalagi kalau hanya berduan,
apalagi kalau isi chattingnya mesra-mesraan, padahal bukan suami kitaaa L #hiiiikksss .
TERUS KENAPA AKU IRI DENGAN MANUSIA YANG BERHASIL TERGODA
OLEH SYAITAN?
Alasan kenapa aku iri adalah :
1. ketika berkumpul dengan teman-teman, mereka selalu saja
bercerita tentang lelaki yang barusan dia temui dan barusan dia chatt. SEDANGKAN
AKU TIDAK. L
2. teman-temanku selalu diperhatikan oleh para lelaki yang
mereka punya, SEDANGKAN AKU TIDAK. L
3. teman-temanku selalu membahasa tentang lelaki yang mereka
punya, SEDANGKAN AKU TIDAK. L
4. teman-temanku bisa bertemu dengan laki-laki kenalannya,
SEDANGKAN AKU TIDAK. L
5. teman-temanku bisa makan bersama lelaki yang mereka suka,
SEDANGKAN AKU TIDAK. L
6. dan masih banyak yang lain.
Terkadang teman-teman ku ketika berkumpul, membawa laki-laki
yang berbeda-beda, meskipun dia anggap hanya teman.
Terkadang jika iman sedang lemah, akan terbesit pikiran “ya
Allah, apa hamba nggak laku ya, kok nggak ada lelaki yang mendekati hamba.”
TAPIIII, setelah dipikir-pikir, aku lah yang menyebabkan semua lelaki menjauh
(laki-laki yang tidak baik untuk ku). Laki-laki yang baik tidak akan mendekati
wanitanya dengan keada’an belum halal.
Terkadang antara iri dan risih itu bergabung menjadi satu.
Misalnya, risih aja gitu liat temen bawa lelaki yang berbeda setiap kumpul. Mau
menegur tapii ya gimanaa, sudah ditegur nggak sadar-sadar juga.
Aku sadar, iri yang ku alami hanyalah goda’an syaitan. Untuk
menghilangkannya, aku harus semakin dekat dengan Allah, Tuhan pencipta alam
semesta. Sehingga pikiran ku tidak hanya terfokus tentang laki-laki saja, tapi
yang harus ku ingat ada ibadah ku yang harus ku perbaiki.
Karena aku yakin, jodoh adalah cerminan dari kita.
Mau dapat jodoh yang ibadahnya baik? Perbaiki ibadah kita.
SEKIAN DAN TERIMAKASIH
Isi blog yang singkat, hanya berisi keluh kesah saja. TAPI
INGAT, berkeluh kesah yang paling nikmat adalah dengan ALLAH.
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Komentar
Posting Komentar