Sepenggal Kata #Part3
Jika dirimu benar ingin melupakanku dalam sekejap.
Maka kan ku coba hilang sejenak dari kehidupanmu.
Namun jika kau tak kunjung mencari kehilanganku,
Itu pertanda kau sungguh inginkan ku hilang dari hidupmu.
Bukan untuk sekejap, namu untuk kehidupan selanjutnya.
Okta Nur Amalia
19 Oktober 2018
Apakah boleh kita cukup berteman saja.
Sebab aku belum siap untuk cemburu dulu.
Okta Nur Amalia
19 Oktober 2018
Ternyata benar, Cinta itu pengorbanan.
Contohnya saja:
Aku rela berkorban untuk tetap jomblo selama bertahun-tahun,
demi cinta yang sesungguhnya.
Okta Nur Amalia
15 Oktober 2018
Mungkin memang salah ku yang terlalu cepat suudzon.
Kukira kau sudah lupa, ternyata masih bisa menyapa.
Okta Nur Amalia
08 Oktober 2018
Kita itu ibarat martabak manis dan kue cubit.
Kamu martabak manis dengan isi coklat ovomaltine .
Dan aku kue cubit dengan isi sebutir kismis.
Yaaa, dilihat dari perumpamaan ini saja,
harusnya aku lebih cepat mundur sadar diri.
Sebelum disadarkan orang lain.
Okta Nur Amalia
07 Oktober 2018
Hallo, apa kabar.
Aku sudah tahu kamu akan datang.
Mau kubuatkan kopi?
Kopi dengan campuran masalalu.
Ditambah manisnya janjimu kala itu.
Dan rasanya dijamin perih.
Okta Nur Amalia
05 Oktober 2018
Aku hanya butuh istirahat, bukan nasihat.
Okta Nur Amalia
05 Oktober 2018
Malam ini dingin karena hujan, atau
Karena dinginnya sikapmu terhadapku sih?
Okta Nur Amalia
04 Oktober 2018
Cukup sapa'an dari mulutmu saja yang hilang. Jangan ragamu.
Sudah cukup. Jangan buat sunyi ditengah kerinduan lagi.
Okta Nur Amalia
04 Oktober 2018
Ternyata gelisah ini terjawab sudah.
Ada rindu anak egois kepada ayahnya.
Dengan mendengar suaranya saja, resah sirna.
Itu dia yang slalu ditunggu oleh gundah.
Okta Nur Amalia
01 Oktober 2018
Mungkin saat ini aku hanya bisa sebatas mengagumi dirimu saja.
Belum bisa lebih dari itu.
Sebab aku sadar diri sejak dini.
Meski 1 bumi, kita tetap diatas 2 keadaan yang berbeda.
Okta Nur Amalia
21 September 2018
Aku cukup disini saja ya.
Tak ingin keluar.
Bukan aku takut air hujan. Bukan.
Hanya saja, aku ingin menghindar dari kenangan yang terus berjatuhan.
Okta Nur Amalia
20 September 2018
Kalau kamu menyerah.
Apa aku harus menyerah juga?
Apa perjuangan kita harus selesai secepat ini?
Kau kira ikhlas itu semudah bermain tepuk tangan?
Sekedar prok orok prok jadi apa ya?
Dan akhirnya tinggal jadi kenangan.
Okta Nur Amalia
20 September 2018
Kita hanya berbeda pendapat bukan?
Tapi kenapa kau buat handphone ku berhenti berdering?
Waah, ternyata pertengkaran sesunyi itu.
Dan aku mulai rindu.
Okta Nur Amalia
16 September 2018
Kau tak boleh tahu apa yang ku suka.
Karena aku takut, kau membuatku bahagia sebelum waktunya.
Sebab setan selalu cerdik untuk mendoga.
Bagi dua sejoli yang dirundung cinta, tanpa ucapan akad sebelumnya.
Okta Nur Amalia
15 September 2018
Sungguh lucu memang.
Ketika rindu datang, kau malah pulang.
Okta Nur Amalia
10 September 2018
Sungguh sayang, mimpi hanyalah mimpi.
Meski sangat indah, mimpi tetaplah mimpi.
Meski kita bertemu, mimpi tetaplah mimpi.
Meski kita saling dekat, mimpi tetaplah mimpi.
Mungkin seperti itu juga kelak,
Hubungan kita hanya sebatas mimpi seorang hamba.
Okta Nur Amalia
06 September 2018
Ya, Aku tau, itu kamu yang datang.
Namun bukan untuk pulang.
Melainkan, untuk kembali menghilang.
Okta Nur Amalia
02 September 2018
Tak semua manusia ingin mendengar alasan yang kamu utarakan meskipun kamu benar.
Dia hanya ingin kamu berkata maaf dan dia senang.
Tak perlu kamu harapkan balasan maaf dari nya.
Tutup saja dengan ucapan terimakasih.
Maka Perdebatan selesai, dan kamu bisa pulang, makan dengan tenang.
Okta Nur Amalia
30 Agustus 2018
Apa hanya aku yang merasakan, sehari tanpa berpuisi bagai hidup tanpa kamu disni?
Dan lucunya itu sama" berat.
Okta Nur Amalia
24 Agustus 2018
Ternyata benar, kalau Tuhan berkata,
"Dua hamba ku ini akan bertemu pada hari ini, ditempat ini, di jam ini",
Maka kita tak akan bisa mengelak dari pertemuan itu.
Okta Nur Amalia
22 Agustus 2018
Inspirasi ku sudah habis.
Apa aku harus keluar sejenak, dan melihat dirimu?
Okta Nur Amalia
19 Agustus 2018
Aku hanya ingin menyapanya sebentar saja, tapi rasa malu ku menghalanginya.
Okta Nur Amalia
16 Agustus 2018
Ternyata lebih baik berpura-pura sibuk untuk menyingkat percakapan.
Percakapan yang belum halal.
Okta Nur Amalia
12 Agustus 2018
Memantau naik turun harga tiket, dan rata-rata harga naik.
Apakah ini dampak dari kenaikan harga telur dipasaran?
Okta Nur Amalia
26 Juli 2018
Manusia itu memang pada dasarnya terlahir baik.
Bukan pas dibaikin, kamu-nya baper.
Okta Nur Amalia
16 Oktober 2016
Aku pernah bilang "Tunggu", tapi kau tetap saja berlalu.
Dan akhirnya kita tidak akan pernah bertemu.
Okta Nur Amalia
14 September 2016
Setiap kata dan makna yang aku buat, bukan tertuju untukmu.
Khayalan bukanlah fakta yang harus nyata dan ada.
Jika kau merasa jatuh cinta, maka cintailah,
bukan dengan pacarilah, namun nikahilah.
Okta Nur Amalia
24 September 2016
Sore terbenam di barat.
Melupakanmu begitu berat.
Okta Nur Amalia
30 Agustus 2016
Aku punya harapan, tap tidak terlalu banyak berharap.
Sebab engkau manusia yang ujungnya bisa saja mengecewakan.
Okta Nur Amalia
27 Maret 2017
(Puisi Malam)
Malam ini akan ku kenang satu peristiwa.
Sejarah masa kelam sang pemberi pelajaran.
Entah siapa saksinya, entah siapa hakimnya, dan entah siapa pembelanya.
Tapi yang ku tahu, kitalah pelakunya.
Peristiwa demi peristiwa perlahan hilang,
tapi hujan membawanya kembali datang.
Indah memang, bak pelangi hadir sesudah hujan.
Namun, seketika itu pula ia hilang tak berpamitan.
Sakit memang, tapi tak mengapa sayang.
Bak penyakit pasti ada obatnya.
Begitu pula engkau, pasti ada penggantinya.
Okta Nur Amalia
03 Januari 2017
Ku tertawa bukan karena bahagia,
Terkadang hanya sekadar berakting saja.
Okta Nur Amalia
02 Juli 2021
Ketika Berbicara dianggap lancang.
Dan Diam dihakimi lebih dalam.
Sesulit itu kah posisi orang yang lebih muda?
Okta Nur Amalia
02 Juli 2021
Jaga hubungan baik saja dulu,
biar nanti kalau jodoh tinggal, Hayuuuu.
Okta Nur Amalia
17 Juni 2021
Komentar
Posting Komentar