Postingan populer dari blog ini
Aku Jatuh Cinta dengan Iringan Tangis
Aku jatuh cinta dengan tangis yang mengiringi. Aku jatuh cinta, namun aku menangis. Sebab, aku rindu dia, tapi tidak rindu dengan Tuhanku. Aku memikirkannya, tapi tidak dengan Tuhanku. Dan kemudian tangisan menyadarkan ku ! Bukan cinta namanya jika lupa dengan Tuhannya. Bukan cinta namanya, jika rindu seorang hamba hanya untuk sesama hambaNya. Terimakasih tangis, kau telah menyadarkan akan dosa, meski hanya dengan memikirkannya. Terimakasih mulut, engkau telah beristighfar ketika aku berlebihan memikirkannya. Terimakasih hati kecil, kau telah memperingatkan ku untuk segera kembali mengingat Tuhan. Terimakasih Tuhan, Engkau telah memberikan ku kesempatan menerima hidayah hingga saat ini. Terimakasih dengan bahagia yang bisa aku ucap dan rasakan ketika rasa cinta itu mulai menipis. Karena cinta itu belumlah halal untukku.
Sepenggal Kata #Part1
Kecanggihan tekologi bisa menyebabkan banyak kesalah pahaman diantara kita, dia, dan mereka. Okta Nur Amalia 28 Desember 2014 Kau injak kaki ku, aku hanya tersenyum. Lalu kau injak harga diri ku, aku marah !! karena aku tahu kau manusia, bukan setan. Okta Nur Amalia 1 April 2015 Biarlah kamu bersenang-senang disana dan aku bersenang-senang disini, Tuhan sudah punya cara lain agar kita tidak saling menyakiti. Okta Nur Amalia 1 mei 2015 Lalu aku harus bagaimana? terus menunggu? berada sendirian didalam daerah terpencil berharap akan datangnya sinyal wifi dipelosok negeri. Okta Nur Amalia 30 Juni 2015 Semoga Tuhan menyatukan kita suatu saat nanti, entah bagaimana caraNya, dan jangan tanya aku BAGAIMANA. Okta Nur Amalia 4 Juli 2015 Kau berikan saja senyum mu itu di bawah teriknya sinar matahari, panas pun akan menjadi sejuk meski aku sedang tebakar asmara. Okta Nur Amalia ...
Komentar
Posting Komentar